Blog Feed

SALAM REDAKSI

Salam redaksi! Untuk semua pembaca majalah Jurnalistik SMP NEGERI 1 DUKUHWARU. Kami tim redaksi Jurnalistik ESSADU ingin memberikan info-info seputar SMP N 1 DUKUHWARU. Semua info yang kami sajikan semoga menambah wawasan teman-teman pembaca mengenai ESSADU, tentunya semakin cinta dengan sekolah ini. Tidak hanya berita-berita yang kami sajikan, namun kami tim jurnalistik menyajikan pula hiburan-hiburan untuk teman-teman dalam bentuk cerpen,pantun,tips-tips,kisah teladan dll. Karya yang tersaji dalam majalah ini merupakan karya-karya asli anak ESSADU. Kami tim redaksi juga menyajikan info-info dari dunia luar agar teman-teman pembaca tahu tentang peristiwa yang terjadi di luar lingkungan ESSADU. Informasi yang kami sajikan tentunya kami dapatkan dari berbagai sumber yang terpercaya.

Sekian salam redaksi dari kami tim redaksi Jurnalistik ESSADU. Semoga majalah ini produksi JURNALISTIK SMP NEGERI 1 DUKUHWARU dapat bermanfaat untuk teman-teman pembaca sekaligus menambah wawasan kita semua.

Tim Redaksi:

  1. Ketua: Atikah Nailatul Aisy
  2. Fotografer: Nunky Valentina Firmansyah
  3. Editor: Zahra Anasti
  4. Anggota 1: Sabila Ramadhani
  5. Anggota 2: Panji Dwi Herlambang

Philo Taylor Farnsworth

Berkas:Philo T Farnsworth.jpg

Philo Taylor Farnsworth (19 Agustus 1906) merupakan seorang penemu berkebangsaan Amerika Serikat yang dikenang kerana menemukan sistem televisi elektronik sempurna pertama, termasuk alat penerimaan gambar elektronik pertama yang berfungsi (tabung kamera video), di samping menjadi tokoh pertama yang menunjuk cara memakai televisi elektronik sempurna kepada orang awam.

Ia juga disebut pelopor pertelevisian dunia yang terlupakan, pernah mendapatkan penghargaan dari majalah The Science and Invention untuk pengembangan teknologi alat anti pencurian mobil pada usia 13 tahun. Yang paling luar biasa adalah sewaktu berada di sekolah menengah umum, diagram yang dibuat oleh Philo sempat membuat tertarik guru kimianya (Justin Tolman), sebuah gambar yang membuktikan pola dalam eksperimen elektronikanya dan nantinya akan berperan penting dalam memenangkan kasus hak kekayaan intelektual antara Philo Farnsworth dan RCA (Radio Corporation of America).

Rumahnya yang berada di Hollywood menjadi laboratorium pertamanya, setelah itu ia beserta keluarganya berpindah-pindah tempat dimulai dari San Fransisco, Philadelphia, Fort Wayne, Indiana, dan yang terakhir tinggal di Salt Lake City. Philo T. Farnsworth memulai eksperimennya pada tahun 1926 sewaktu tinggal di San Fransisco, tempat dimana ia mendirikan perusahaan pertamanya yang bernama Farnsworth Television Inc. (1926). Disinilah gambar televisi pertama yang dibuat oleh Philo dari foto seorang wanita muda dan dipancarkan dari laboratoriumnya pada tanggal 7 September 1927. Kemudian paten pertama untuk sistem televisi yang dibuat oleh Philo diajukan pada bulan Januari 1927.

Pada tahun 1931 Philo T. Farnsworth pindah ke Philadelphia dan mendirikan sebuah departemen televisi untuk Philco. Tahun 1933 Philco memutuskan bahwa paten mengenai penelitian televisi bukan lagi menjadi bagian dari visi perusahaan, hal inilah yang membuat Philo T. Farnsworth kembali melakukan penelitian di laboratoriumnya sendiri. Setelah itu Philo mendirikan Farnsworth Television and Radio Corporation pada tahun 1938, kemudian hasil dari peneltian beserta perusahaannya itu dibeli oleh International Telephone and Telegraph Company dan Philo bekerja untuk perusahaan itu sebagai peneliti televisi dan fusi nuklir. Pada tahun yang sama tepatnya bulan Desember 1938 Philo T. Farnsworth pindah ke Salt Lake City untuk memulai usaha terakhirnya, yaitu dengan mendirikan Philo T. Farnsworth and Associates yang bertujuan untuk melanjutkan pekerjaannya selepas ia meninggalkan Telephone and Telegraph Company.

Mengenai pribadi seorang Philo T. Farnsworth ia adalah seorang peneliti independen serta ilmuwan kharismatik dan mempunyai gagasan maupun ide-ide yang sanggup meyakinkan para investor. Namun sebenarnya fokus utama yang ia lakukan adalah berkutat dengan berbagai eksperimen di laboratorium. Philo seorang yang senang menghabiskan waktunya untuk kerja dan sering meninggalkan persoalan yang berhubungan dengan dunia bisnis, bahkan sampai soal urusan makan pun sering dilupakannya. Philo juga dibantu oleh istrinya (Elma Gardner “Pem” Farnsworth) sebagai seorang teknisi dan mengelola pembukuan di laboratoriumnya, sampai Philo pernah berkata bahwa ia dan istrinya adalah orang yang pertama memulai membuat televisi.

Setelah Philo T. Farnsworth meninggal, istrinya yang kemudian meneruskan pekerjaan itu serta berusaha meyakinkan terhadap pengakuan atas penemuan Philo. Dalam banyak hal hasil-hasil penemuannya merupakan akhir dari era penemu independen. Philo T. Farnsworth telah menerima sejumlah penghargaan, tahun 1981 penanda sejarah telah ditempatkan di San Fransisco Green Street Building dimana tempat Philo pertama kalinya memproyeksikan gambar televisi. Tahun 1983 dibuat stempel oleh Pos Amerika untuk penghargaan terhadap karya penemuannya, kemudian tahun 1990 didirikan patung di Washington’s Statuary Hall sebagai penghargaan bagi Philo Taylor Farnsworth.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Philo_Farnsworth

Foto: https://www.loc.gov/pictures/item/hec2009012556

Pantun

Ayahku seorang petani
Punya sawah punya ladang
Mari belajar hari ini
Agar masa depan lebih gemilang

Pergi memancing saat fajar
Pulang siang membawa ikan
Siapa yang rajin belajar
Jadi orang sukses kemudian

Cepat bergegas untuk bertemu
Bertemu sambil membawa gulali
Kaya harta miskin ilmu
Tentulah merugi sama sekali

Janganlah tunggu daun yang lebat
Untuk melihat sebuah dahan
Janganlah tunggu ajal mendekat
Untuk bertobat kepada Tuhan

Dari kecil menanam biji
Saat besar jadi pohonan
Sejak kecil rajin mengaji
Makin teguhlah dalam beriman

Pisau tak akan tajam selalu
Karena itu ia diasah
Tuhan tak akan meninggalkanmu
Disaat engkau kena masalah

Asam kandis asam jawa
Satu peti dalam kereta
Walau nenak sudah tua
Hati atuk tetap cinta

Sudah malam nyalakan lampu
Buku di lemari acak-acakan
Katanya kelas sudah disapu
Kenapa sampahnya masih berserakan

Ranting tua mudah patah
Badan sakit minumlah jamu
Ayo kita bersih-bersih sekolah
Sebersih cintaku kepadamu


KATA BIJAK

  • Sehari selembar benang, lama-lama jadilah selembar kain.
  • Berpikir dulu sebelum berbicara.
  • Bermimpilah dalam hidup, jangan hidup dalam mimpi.
  • Masalah itu mendewasakan
  • Hilangkan egomu, karena hidup tak tentang kebahagiaanmu bersama orang lain.
  • Uang memang, tak menjamin kebahagiaan seseorang. Tapi kalau tak punya uang, kebahagiaanmu tak terjamin lagi.
  • Jangan mau jadi katak yang dalam tempurung, takut dan tidak mau menunjukkan dirinya.
  • Kebencian adalah penyakit yang akan mematikan kebaikan.
  • Sebelum jadi kupu-kupu yang indah, berapa banyak waktu yang harus dilaluinya dalam kepompong.
  • Lebih indah hidup sederhana tapi apa adanya daripada hidup mewah dengan hutan dimana-mana
  • Jika kehidupan membua diri menangis. Ingat ada ribuan kenangan indah yang membuat kita tersenyum.
  • Hal terindah dalam hidup adalah melihat senyum diwajah orang tuamu, dan menyadari kamulah alasannya.
  • Tidak semua hal tinggal selamanya dihidupmu. Karena mereka dating sebagai pelajaran hidup, untuk mengajarimu arti waktu.
  • Dunia ini berisi orang baik jika kau tidak bias menemukan satupun, jadilah orang baik itu.
  • Jika bunga belajar untuk bersemi kembali setelah musim dingin, kamu juga bisa.
  • Apapun yang hilang bukanlah milikmu.
  • Yang dating pasti lebih baik dari pada yang telah hilang.

OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_Siswa_Intra_Sekolah

Organisasi. Secara umum adalah kelompok kerja sama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan sebagai satuan atau kelompok kerja sama para siswa yang dibentuk dalam usaha mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.

Siswa, adalah peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah.

Intra, berarti terletak di dalam dan di antara. Sehingga suatu organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan.

Sekolah adalah satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, yang dalam hal ini Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah atau Sekolah/Madrasah yang sederajat.

Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah.

Pembina OSIS di SMP Negeri 1 Dukuhwaru Tariffudin S.Pd

Dalam upaya peningkatan mutu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan mampu hidup bersaing yang merupakan tuntutan dari perkembangan zaman pada saat ini. Oleh karena itu upaya peningkatan SDM ini harus diprogramkan secara terstuktur, berkesinambungan dan evaluasi secara berkala. Hal ini menjadi semakin penting karena perubahan-perubahan akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta komunikasi menjadi semakin tidak kentara.

Salah satu bagian yang penting dalam upaya tersebut adalah sekolah sebagai fungsi pandidikan berkewajiban untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan kepribadian bangsa yang bermartabat, khususnya generasi muda sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangun nasional. Kompetensi penyelenggaraan pendidikan yang mengacu kepada kempetensi siswa yang diarahkan pada kompetensi multiple intelegensi sangatlah dihaapkan. Oleh karena itu Upaya pengembangan Potensi Diri Siswa sangatlah diperlukan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Tujuan

  1. Mengembangkan seluruh potensi siswa secara maksimal, baik potensi akademik maupun non akademik.
  2. Menyiapkan warga negara menuju masyarakat belajar yang cerdas dan memahami nilai-nilai masyarakat yang beradab.
  3. Menemukan dan memunculkan potensi-potensi yang ada pada diri siswa sehingga timbul kecakapan hidup(life skiill) yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.

Osis di SMP Negeri 1 Dukuhwaru diharapkan bisa melaksanakan program-progaram dengan baik supaya tujuan untuk mengembangkan potensi yang ada di SMP Negeri 1 Dukuhwaru dapat tercapai.

Guglielmo Marconi Penemuan Radio


Guglielmo Marconi dilahirkan pada 1874, di Bologna, Italia. Ia lahir di keluarga kelas menengah atas yang serba kecukupan, sehingga pendidikannya didapat dari pengajar-pengajar privat terbaik di kotanya.

Pada 1894, ketika berusia 20 tahun, Guglielmo Marconi membaca hasil penelitian Heinrich Hertz mengenai gelombang-gelombang elektromagnetik yang tak kasat mata, yang bergerak dengan kecepatan cahaya.

Guglielmo Marconi sangat tertarik untuk mempelajari lebih jauh gelombang elektromagnetik. Lantas ia mendapatkan ide untuk menggunakan gelombang-gelombang itu sebagai perantara mengirimkan sinyal ke tempat-tempat yang sangat jauh tanpa menggunakan kabel penghubung.

Hal itu dapat memberikan jalur komunikasi yang mustahil dilakukan oleh alat komunikasi manapun pada masa itu. Misal, dengan menggunakan gelombang ini pesan-pesan dapat dikirimkan pada kapal yang tengah berlayar di laut dengan jarak yang sangat jauh.

Pada 1895, Guglielmo Marconi berhasil membuat peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk mencoba idenya. Pada 1896, setelah melakukan serangkaian percobaan, Guglielmo Marconi mendemonstrasikan alatnya di Inggris dan mendapatkan paten pertama atas penemuannya itu.

Tahun 1899, ia sukses mengirimkan pesan-pesan nirkabel menyeberangi Selat Inggris. Guglielmo Marconi terus melakukan perbaikan pada alatnya itu agar dapat menjangkau jarak yang lebih jauh lagi.

Pada 1901, alatnya berhasil mengirimkan sebuah pesan radio dari Inggris ke Newfoundland, menyeberangi Laut Atlantik.

Radio, salah satu teknologi media massa. (Foto: Pixabay)

Pentingnya penemuan Guglielmo Marconi terlihat ketika tahun 1909, kapal S.S. Republic rusak akibat bertabrakan dengan karang dan tenggelam di laut. Kapal tersebut kemudian mengirimkan pesan-pesan radio, yang akhirnya berhasil mendatangkan bantuan, dan penumpang berhasil selamat, kecuali enam orang yang tewas tenggelam.

Pada tahun itu juga Guglielmo Marconi berhasil meraih Hadiah Nobel atas temuannya.

Tahun 1910, ia berhasil mengirimkan pesan radio sejauh 6.000 kilometer, dari Irlandia menuju Argentina.

Dalam perkembangannya, penemuan Guglielmo Marconi menjadi sangat penting untuk membantu komunikasi di segala bidang. Komunikasi nirkabel ini digunakan untuk mengirim berita, riset ilmiah, keperluan militer, keperluan-keperluan lainnya.

Walaupun telegraf, yang lebih dahulu ditemukan, dapat dipakai untuk beberapa kegunaan, tetapi dalam skala besar, radio tidak dapat digantikan.

Penemuan radio jauh lebih penting dibandingkan telepon, karena pesan yang dikirim lewat telepon dapat pula dikirim melalui radio, sementara pesan radio dapat dikirim ke berbagai tempat yang tidak dapat dijaungkau telepon.

Sumber: Hart, Michael H. 2016. 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia. Jakarta: Noura.

Foto: amazing.zone

KISAH TELADAN NABI MUHAMMAD DENGAN PENGEMIS BUTA

Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam merupakan manusia yang paling sempurna di muka bumi. Beliau adalah suri tauladan terbaik bagi semua umat manusia hingga akhir zaman. Beliau diutus oleh Allah Swt. ke dunia untuk memberi kabar bahagia, serta untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Apa yang beliau lakukan merupakan panutan bagi seluruh umat manusia. Nabi Muhammad Saw ialah sosok yang mulia. Beliau adalah pribadi yang suka menolong, rendah hati dan tidak pernah dendam meskipun selalu difinah dan dizalimi oleh orang kafir Quraish saat awal-awal dakwah.

Dikisahkan, di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata, “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad. Dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”.

Hari demi hari pengemis Yahudi itu mencela Rasulullah. Kejadian itu terus berlangsung di pojok Pasar Madinah. Sebagai Nabi yang diberi wahyu, Rasulullah tentu tahu apa yang dilakukan pengemis Yahudi buta itu. 

Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu. Saat Rasulullah menyuapinya, si pengemis Yahudi itu tetap berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.

Rasulullah SAW menyuapi pengemis Yahudi itu hingga menjelang beliau wafat. Setelah kewafatan Rasulullah, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari sahabat Nabi, Abu Bakar RA berkunjung ke rumah putrinya Aisyah RA yang juga istri Rasulullah. Beliau bertanya kepada putrinya, “Anakku, adakah sunnah kekasihku (Nabi Muhammad) yang belum aku kerjakan?”

Aisyah menjawab ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”. “Apakah Itu?”, tanya Abu Bakar.

“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana,” kata Aisyah. 

Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya.Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah kamu?”. Abu Bakar menjawab, “Aku orang yang biasa”. 

“Bukan!, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. 

“Apabila ia datang kepadaku, tangan ini tidak susah memegang dan mulut ini tidak susah untuk mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu dengan mulutnya. Setelah itu ia berikan padaku,” kata pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar, ia pun menangis sedih dan kemudian berkata, benarkah demikian? 

“Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia. Pengemis Yahudi buta itu akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar.

Demikian kisah Rasulullah dengan pengemis Yahudi buta yang begitu menyentuh hati. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita betapa kelembutan akhlak dan budi pekerti yang baik dapat mendatangkan kebaikan kepada orang lain.

BROKEN HOME

Nyatanya belajar itu sangatlah membosankan. Ayahku jaksa ibuku reporter sedangkan kakak perempuanku mengambil jurusan hukum. Oleh sebab itu orang tuaku menyekolahkan ku disekolah elit dan menyewa guru privat agar aku lebih giat belajar. Bahkan mereka tidak tau apakah aku menyukainya atau tidak.

Hanya satu hal yang aku sukai mengarang dan menggambar. Tapi aku tidak pernah cerita kepada orang tua dan kakakku, jika aku menyukai hal lain dari pada harus belajar dan menghapal hal-hal yang tak kusukai. Seperti saat ini aku sedang bingung di sekolahku ada event untuk siswa yang berminat menjadi penulis atau pengarang. Ingin sekali aku mengikuti event itu tapi apalah daya karna event itu akan dimulai pada tanggal 27 sampai 29 Juli dan saat itu juga aku harus mengikuti lomba cerdas cermat. Ya memang sih aku tidak terlalu menyukai belajar tapi otak ku masih biasa menanggapinya jika tidak mana mungkin sekolah mendaftarkanku  ikut cerdas cermat. Pernah sekali aku ketahuan ibuku mengikuti lomba menggambar dan aku langsung dimarahi katanya buang-buang waktu. Makanya untuk meminta ikut lomba saja tidak boleh apa lagi event seperti ini bias-bisa digiling aku. Terkadang aku iri dengan temanku Rara dia biasa melakukan apa yang dia mau. Seperti sekarang dia sangat antusias untuk mengikuti event itu. Brosur tadi saja aku dapat dari dia. Hanya dia yang tau jika aku ingin menjadi penulis.

“Dian” Karana merasa terpanggil aku menengok dan ternyata yang tadi memanggilku itu Rara. Aku tau pasti dia ingin membujukku untuk ikut event itu tebakku.

“Ada apa?”

“Kamu nggak mau ikut event ini?” Benarkan tebakanku.

“Enggak, lagian eventnya pas ada lomba cerdas cermat sebenarnya aku pengen banget ikut event itu tapi ngomong sama orang tuaku aja aku gak berani”

“Hah kenapa sih kamu gak biasa bilang sekali aja sama orang tuamu, apa perlu aku yang ngizinin?”

“Eh? Enggak usah ra lagian percuma pasti gak dibolehin”

“Terserah kamu deh” Setelah itu Rara pergi. Aku tau pasti Rara marah bukan salahnya sih karna aku pernah janji untuk lebih berani ngomong lagi terhadap orang tuaku kalau ada lomba atau event seperti ini. Dasar bodoh sudah tau masa depanku itu bukan menjadi penulis tetapi menjadi apa yang orang tuaku mau. Terkadang aku terasa terkekang untuk melakukan hal-hal yang kusukai karna orang tuaku tapi mau bagaimana lagi? Memang begini kan yang seharusnya terjadi menuruti mau orang tua dan melupakan impian terbesarku.

“Hahh akhirnya selesai… emm apa tidak apa-apa yah jika akhirnya begini?”

“Hm? Gak apa-apa kali kita kan mau ceritaiin soal anak yang broken home”

“Tapi kalo dipikir-pikir ‘Dian’ dicerita ini kaya kamu din”

“Hehehe emang aku sengaja”

“Pantes kaya familiar gitu sama cerita ini. Eh ngomong-ngomong aku jadi ke inget dulu bedanya sama cerita ini kamu ngeberaniin diri buat ngomong sama orang tua kamu”

“Iya, untung aku ngeberaniin buat ngomong sama orang tua aku waktu itu. Kalo enggak mana mungkin aku bias kaya gini bareng kamu ra”

“Iya yah”

Sebenar nya waktu itu aku ngomong sama ayahku kalau aku gak mau ikut cerdas cermat dan aku ingin menjadi penulis. Untung ayah paham jadi aku dibolehin ikut event dan lomba cerdas cermatku digantikan sama Linda yang memang suka ikut lomba tapi tidak terpilih.

Jadi…raihlah impianmu dan katakan jika kau tidak menyukai dengan apa yang mereka pikir baik untukmu. Tidak semua yang orang tua pikirkan itu baik untuk anaknya. Karna belum tentu anak mereka suka dengan itu.

EMAN NJERONE KARO NJABANE

Pas awan sing terang, ana wong loro arane Rara karo Tina lagi ngerjakena tugas sekolah neng umah Rara. Sekabehane pada ngerjakna serius karo suasana sing tenang. Terus,ana wong wadon sing ora lia kancane dewek arane Sinta. Tapi, Rara kayong ora peduli ana Sinta neng kono.

‘’Ra, neng  ngarep ana Sinta lagi nggoleti kowen cepetan diparani.Wis awit mau nonggoni kowen neng kono.’’    Ngomong Tina sing lagi ngerjakma tugas neng umahe Rara.

‘’Bi,ngomongna neng Sinta simh ana neng ngarep umahe kari nyong lagi lunga neng ndi mbuh laka ngonong yaa.’’ Ngomong Rara neng Bibi sing kerja dadi pembantu neng kono.

‘’ Iyaa, Non. tak omongna.’’

‘‘Ra, sane kowen kaya kue karo Sinta. Kae pasti ws adoh-adoh maring kowen. Bisane kowen ngusir. Ora enak oh yaa. Melasi ohh. Kae ya anake eman Ra.’’ Ngomong Tina sing lagi nasehati Rara.

‘’Sing njabane eman, karo manis. Tapi loken kowen ngukur sifate wong kur kaya kue tok . Kae manis neng njaba tapi neng njaba pait kaya kopi ora di gulani.’’ Jawabe Rara stengah rai sinis.

‘’Pahit kepimen Ra?’’ ngomonge Tina karo takon.

‘’Kae sering ngomongi kekurangane wong lia. Neng mburi sering ngomongi kancane dewek. Pokoke akeh sing ora  bisa dijelasna Tin. Dileng awake kowen dewek. Kowen judes, ceeplas-ceplos karo nyong. Tapi, seorane kowen ndue ati tulus Tin. Dudu kanca sing njabane apik tapi njerone busuk. Kari kancanan, nyong ora butuh penampilan njabane wong Tin.’’ Jelas Rara neng Tina.

PMR (Palang Merah Remaja)

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Palang_Merah_Remaja

PMR (Palang Merah Remaja) adalah wadah kegiatan remaja di sekolah atau Lembaga pendidikan formal dalam kepalangmerahan melalui program Ekstra Kurikuler.

PMR ESSADU sedang mengikuti JUMBARA kab.Tegal

PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI. Pelatihan ditujukan untuk menguatkan karakter anggota PMR untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat dan menjadi relawan, anggota PMR tidak hanya tahu dan terampil tapi juga perlu memahami dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam proses pelatihan. Materi dalam pelatihan PMR di SMP Negeri 1 Dukuhwaru meliputi : Gerakan Kepalangmerahan, Kepemimpinan, Pertolongan Pertama, Sanitasi dan kesehatan. Salah satu tugas dari PMR di SMP Negeri 1 Dukuhwaru ialah piket membereskan ruang UKS(Unit Kesehatan Sekolah), pada upacara senin piket dilaksanakan sesuai  jadwal untuk membantu siswa yang kurang fit.

Pembina PMR SMP Negeri 1 Dukuhwaru Heni Sulistyowati S.Pd, dan Kristin Pradiatin S.Pd

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai