Salam redaksi! Untuk semua pembaca majalah Jurnalistik SMP NEGERI 1 DUKUHWARU. Kami tim redaksi Jurnalistik ESSADU ingin memberikan info-info seputar SMP N 1 DUKUHWARU. Semua info yang kami sajikan semoga menambah wawasan teman-teman pembaca mengenai ESSADU, tentunya semakin cinta dengan sekolah ini. Tidak hanya berita-berita yang kami sajikan, namun kami tim jurnalistik menyajikan pula hiburan-hiburan untuk teman-teman dalam bentuk cerpen,pantun,tips-tips,kisah teladan dll. Karya yang tersaji dalam majalah ini merupakan karya-karya asli anak ESSADU. Kami tim redaksi juga menyajikan info-info dari dunia luar agar teman-teman pembaca tahu tentang peristiwa yang terjadi di luar lingkungan ESSADU. Informasi yang kami sajikan tentunya kami dapatkan dari berbagai sumber yang terpercaya.
Sekian salam redaksi dari kami tim redaksi Jurnalistik ESSADU. Semoga majalah ini produksi JURNALISTIK SMP NEGERI 1 DUKUHWARU dapat bermanfaat untuk teman-teman pembaca sekaligus menambah wawasan kita semua.
Philo Taylor Farnsworth (19 Agustus 1906) merupakan seorang penemu berkebangsaan Amerika Serikat yang dikenang kerana menemukan sistem televisi elektronik sempurna pertama, termasuk alat penerimaan gambar elektronik pertama yang berfungsi (tabung kamera video), di samping menjadi tokoh pertama yang menunjuk cara memakai televisi elektronik sempurna kepada orang awam.
Ia juga disebut pelopor pertelevisian dunia yang terlupakan,
pernah mendapatkan penghargaan dari majalah The Science and Invention untuk
pengembangan teknologi alat anti pencurian mobil pada usia 13 tahun. Yang paling
luar biasa adalah sewaktu berada di sekolah menengah umum, diagram yang dibuat
oleh Philo sempat membuat tertarik guru kimianya (Justin Tolman), sebuah gambar
yang membuktikan pola dalam eksperimen elektronikanya dan nantinya akan
berperan penting dalam memenangkan kasus hak kekayaan intelektual antara Philo
Farnsworth dan RCA (Radio Corporation of America).
Rumahnya
yang berada di Hollywood menjadi laboratorium pertamanya, setelah itu ia
beserta keluarganya berpindah-pindah tempat dimulai dari San Fransisco,
Philadelphia, Fort Wayne, Indiana, dan yang terakhir tinggal di Salt Lake City.
Philo T. Farnsworth memulai eksperimennya pada tahun 1926 sewaktu tinggal di
San Fransisco, tempat dimana ia mendirikan perusahaan pertamanya yang bernama
Farnsworth Television Inc. (1926). Disinilah gambar televisi pertama yang
dibuat oleh Philo dari foto seorang wanita muda dan dipancarkan dari
laboratoriumnya pada tanggal 7 September 1927. Kemudian paten pertama untuk
sistem televisi yang dibuat oleh Philo diajukan pada bulan Januari 1927.
Pada
tahun 1931 Philo T. Farnsworth pindah ke Philadelphia dan mendirikan sebuah
departemen televisi untuk Philco. Tahun 1933 Philco memutuskan bahwa paten
mengenai penelitian televisi bukan lagi menjadi bagian dari visi perusahaan, hal
inilah yang membuat Philo T. Farnsworth kembali melakukan penelitian di
laboratoriumnya sendiri. Setelah itu Philo mendirikan Farnsworth Television and
Radio Corporation pada tahun 1938, kemudian hasil dari peneltian beserta
perusahaannya itu dibeli oleh International Telephone and Telegraph Company dan
Philo bekerja untuk perusahaan itu sebagai peneliti televisi dan fusi nuklir.
Pada tahun yang sama tepatnya bulan Desember 1938 Philo T. Farnsworth pindah ke
Salt Lake City untuk memulai usaha terakhirnya, yaitu dengan mendirikan Philo
T. Farnsworth and Associates yang bertujuan untuk melanjutkan pekerjaannya
selepas ia meninggalkan Telephone and Telegraph Company.
Mengenai
pribadi seorang Philo T. Farnsworth ia adalah seorang peneliti independen serta
ilmuwan kharismatik dan mempunyai gagasan maupun ide-ide yang sanggup
meyakinkan para investor. Namun sebenarnya fokus utama yang ia lakukan adalah
berkutat dengan berbagai eksperimen di laboratorium. Philo seorang yang senang
menghabiskan waktunya untuk kerja dan sering meninggalkan persoalan yang
berhubungan dengan dunia bisnis, bahkan sampai soal urusan makan pun sering
dilupakannya. Philo juga dibantu oleh istrinya (Elma Gardner “Pem” Farnsworth)
sebagai seorang teknisi dan mengelola pembukuan di laboratoriumnya, sampai
Philo pernah berkata bahwa ia dan istrinya adalah orang yang pertama memulai
membuat televisi.
Setelah Philo T. Farnsworth meninggal, istrinya yang kemudian meneruskan pekerjaan itu serta berusaha meyakinkan terhadap pengakuan atas penemuan Philo. Dalam banyak hal hasil-hasil penemuannya merupakan akhir dari era penemu independen. Philo T. Farnsworth telah menerima sejumlah penghargaan, tahun 1981 penanda sejarah telah ditempatkan di San Fransisco Green Street Building dimana tempat Philo pertama kalinya memproyeksikan gambar televisi. Tahun 1983 dibuat stempel oleh Pos Amerika untuk penghargaan terhadap karya penemuannya, kemudian tahun 1990 didirikan patung di Washington’s Statuary Hall sebagai penghargaan bagi Philo Taylor Farnsworth.
Organisasi. Secara
umum adalah kelompok kerja sama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai
tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan sebagai satuan atau
kelompok kerja sama para siswa yang dibentuk dalam usaha mencapai tujuan
bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.
Siswa, adalah peserta didik pada satuan pendidikan
dasar dan menengah.
Intra, berarti terletak di dalam dan di antara.
Sehingga suatu organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah
yang bersangkutan.
Sekolah adalah satuan pendidikan tempat
menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, yang dalam hal ini Sekolah Dasar
dan Sekolah Menengah atau Sekolah/Madrasah yang sederajat.
Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing
dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah.
Pembina OSIS
di SMP Negeri 1 Dukuhwaru Tariffudin S.Pd
Dalam upaya peningkatan mutu
kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan
mampu hidup bersaing yang merupakan tuntutan dari perkembangan zaman pada saat
ini. Oleh karena itu upaya peningkatan SDM ini harus diprogramkan secara
terstuktur, berkesinambungan dan evaluasi secara berkala. Hal ini menjadi
semakin penting karena perubahan-perubahan akibat perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi (Iptek) serta komunikasi menjadi semakin tidak kentara.
Salah satu bagian yang
penting dalam upaya tersebut adalah sekolah sebagai fungsi pandidikan
berkewajiban untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan
kepribadian bangsa yang bermartabat, khususnya generasi muda sebagai penerus
cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangun nasional.
Kompetensi penyelenggaraan pendidikan yang mengacu kepada kempetensi siswa yang
diarahkan pada kompetensi multiple
intelegensi sangatlah dihaapkan. Oleh karena itu Upaya pengembangan Potensi
Diri Siswa sangatlah diperlukan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Tujuan
Mengembangkan seluruh potensi siswa secara maksimal,
baik potensi akademik maupun non akademik.
Menyiapkan warga negara menuju masyarakat belajar yang
cerdas dan memahami nilai-nilai masyarakat yang beradab.
Menemukan dan memunculkan potensi-potensi yang ada
pada diri siswa sehingga timbul kecakapan hidup(life skiill) yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.
Osis di
SMP Negeri 1 Dukuhwaru diharapkan bisa melaksanakan program-progaram dengan
baik supaya tujuan untuk mengembangkan potensi yang ada di SMP Negeri 1
Dukuhwaru dapat tercapai.
Guglielmo Marconi dilahirkan pada 1874, di
Bologna, Italia. Ia lahir di keluarga kelas menengah atas yang serba kecukupan,
sehingga pendidikannya didapat dari pengajar-pengajar privat terbaik di
kotanya.
Pada 1894, ketika berusia 20 tahun,
Guglielmo Marconi membaca hasil penelitian Heinrich Hertz mengenai
gelombang-gelombang elektromagnetik yang tak kasat mata, yang bergerak dengan
kecepatan cahaya.
Guglielmo Marconi sangat tertarik untuk
mempelajari lebih jauh gelombang elektromagnetik. Lantas ia mendapatkan ide
untuk menggunakan gelombang-gelombang itu sebagai perantara mengirimkan sinyal
ke tempat-tempat yang sangat jauh tanpa menggunakan kabel penghubung.
Hal itu dapat memberikan jalur komunikasi
yang mustahil dilakukan oleh alat komunikasi manapun pada masa itu. Misal,
dengan menggunakan gelombang ini pesan-pesan dapat dikirimkan pada kapal yang
tengah berlayar di laut dengan jarak yang sangat jauh.
Pada 1895, Guglielmo Marconi berhasil
membuat peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk mencoba idenya. Pada 1896,
setelah melakukan serangkaian percobaan, Guglielmo Marconi mendemonstrasikan
alatnya di Inggris dan mendapatkan paten pertama atas penemuannya itu.
Tahun 1899, ia sukses mengirimkan
pesan-pesan nirkabel menyeberangi Selat Inggris. Guglielmo Marconi terus
melakukan perbaikan pada alatnya itu agar dapat menjangkau jarak yang lebih
jauh lagi.
Pada 1901, alatnya berhasil mengirimkan
sebuah pesan radio dari Inggris ke Newfoundland, menyeberangi Laut Atlantik.
Radio, salah satu teknologi media massa.
(Foto: Pixabay)
Pentingnya penemuan Guglielmo Marconi
terlihat ketika tahun 1909, kapal S.S. Republic rusak akibat bertabrakan dengan
karang dan tenggelam di laut. Kapal tersebut kemudian mengirimkan pesan-pesan
radio, yang akhirnya berhasil mendatangkan bantuan, dan penumpang berhasil
selamat, kecuali enam orang yang tewas tenggelam.
Pada tahun itu juga Guglielmo Marconi
berhasil meraih Hadiah Nobel atas temuannya.
Tahun 1910, ia berhasil mengirimkan pesan
radio sejauh 6.000 kilometer, dari Irlandia menuju Argentina.
Dalam perkembangannya, penemuan Guglielmo
Marconi menjadi sangat penting untuk membantu komunikasi di segala bidang.
Komunikasi nirkabel ini digunakan untuk mengirim berita, riset ilmiah,
keperluan militer, keperluan-keperluan lainnya.
Walaupun telegraf, yang lebih dahulu
ditemukan, dapat dipakai untuk beberapa kegunaan, tetapi dalam skala besar,
radio tidak dapat digantikan.
Penemuan radio jauh lebih penting
dibandingkan telepon, karena pesan yang dikirim lewat telepon dapat pula dikirim
melalui radio, sementara pesan radio dapat dikirim ke berbagai tempat yang
tidak dapat dijaungkau telepon.
Sumber: Hart, Michael H. 2016. 100 Tokoh Paling
Berpengaruh di Dunia. Jakarta: Noura.
Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam merupakan manusia yang
paling sempurna di muka bumi. Beliau adalah suri tauladan terbaik bagi semua
umat manusia hingga akhir zaman. Beliau diutus oleh Allah Swt. ke dunia untuk
memberi kabar bahagia, serta untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Apa yang beliau lakukan merupakan
panutan bagi seluruh umat manusia. Nabi Muhammad Saw ialah sosok yang mulia.
Beliau adalah pribadi yang suka menolong, rendah hati dan tidak pernah dendam
meskipun selalu difinah dan dizalimi oleh orang kafir Quraish saat
awal-awal dakwah.
Dikisahkan, di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang
pengemis Yahudi buta apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata,
“Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad. Dia itu orang gila, dia itu
pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan
dipengaruhinya”.
Hari demi hari pengemis Yahudi itu mencela Rasulullah.
Kejadian itu terus berlangsung di pojok Pasar Madinah. Sebagai Nabi yang diberi
wahyu, Rasulullah tentu tahu apa yang dilakukan pengemis Yahudi buta itu.
Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata
sepatah kata pun Rasulullah menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis
itu. Saat Rasulullah menyuapinya, si pengemis Yahudi itu tetap berpesan agar
tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.
Rasulullah SAW menyuapi pengemis Yahudi itu hingga menjelang beliau wafat.
Setelah kewafatan Rasulullah, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan
kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari sahabat Nabi, Abu Bakar RA berkunjung ke rumah putrinya Aisyah RA
yang juga istri Rasulullah. Beliau bertanya kepada putrinya, “Anakku,
adakah sunnah kekasihku (Nabi Muhammad) yang belum aku kerjakan?”
Aisyah menjawab ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah
hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah
saja”. “Apakah Itu?”, tanya Abu Bakar.
“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan
makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana,” kata
Aisyah.
Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya
kepada pengemis itu. Abubakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan
itu kepadanya.Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil
berteriak, “Siapakah kamu?”. Abu Bakar menjawab, “Aku orang yang
biasa”.
“Bukan!, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si
pengemis buta itu.
“Apabila ia datang kepadaku, tangan ini tidak susah memegang dan mulut ini
tidak susah untuk mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu
menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu dengan mulutnya.
Setelah itu ia berikan padaku,” kata pengemis itu melanjutkan
perkataannya.
Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada
pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu. Aku
adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia
adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu
Bakar, ia pun menangis sedih dan kemudian berkata, benarkah demikian?
“Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah
memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia
begitu mulia. Pengemis Yahudi buta itu akhirnya bersyahadat di hadapan
Abubakar.
Demikian kisah Rasulullah dengan pengemis Yahudi buta yang begitu menyentuh
hati. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita betapa kelembutan akhlak dan
budi pekerti yang baik dapat mendatangkan kebaikan kepada orang lain.
Nyatanya
belajar itu sangatlah membosankan. Ayahku jaksa ibuku reporter sedangkan kakak
perempuanku mengambil jurusan hukum. Oleh sebab itu orang tuaku menyekolahkan
ku disekolah elit dan menyewa guru privat agar aku lebih giat belajar. Bahkan
mereka tidak tau apakah aku menyukainya atau tidak.
Hanya satu
hal yang aku sukai mengarang dan menggambar. Tapi aku tidak pernah cerita
kepada orang tua dan kakakku, jika aku menyukai hal lain dari pada harus
belajar dan menghapal hal-hal yang tak kusukai. Seperti saat ini aku sedang
bingung di sekolahku ada event untuk siswa yang berminat menjadi penulis atau
pengarang. Ingin sekali aku mengikuti event itu tapi apalah daya karna event
itu akan dimulai pada tanggal 27 sampai 29 Juli dan saat itu juga aku harus
mengikuti lomba cerdas cermat. Ya memang sih aku tidak terlalu menyukai belajar
tapi otak ku masih biasa menanggapinya jika tidak mana mungkin sekolah
mendaftarkanku ikut cerdas cermat.
Pernah sekali aku ketahuan ibuku mengikuti lomba menggambar dan aku langsung
dimarahi katanya buang-buang waktu. Makanya untuk meminta ikut lomba saja tidak
boleh apa lagi event seperti ini bias-bisa digiling aku. Terkadang aku iri
dengan temanku Rara dia biasa melakukan apa yang dia mau. Seperti sekarang dia
sangat antusias untuk mengikuti event itu. Brosur tadi saja aku dapat dari dia.
Hanya dia yang tau jika aku ingin menjadi penulis.
“Dian”
Karana merasa terpanggil aku menengok dan ternyata yang tadi memanggilku itu
Rara. Aku tau pasti dia ingin membujukku untuk ikut event itu tebakku.
“Ada apa?”
“Kamu nggak
mau ikut event ini?” Benarkan tebakanku.
“Enggak,
lagian eventnya pas ada lomba cerdas cermat sebenarnya aku pengen banget ikut
event itu tapi ngomong sama orang tuaku aja aku gak berani”
“Hah kenapa
sih kamu gak biasa bilang sekali aja sama orang tuamu, apa perlu aku yang
ngizinin?”
“Eh? Enggak
usah ra lagian percuma pasti gak dibolehin”
“Terserah
kamu deh” Setelah itu Rara pergi. Aku tau pasti Rara marah bukan salahnya sih
karna aku pernah janji untuk lebih berani ngomong lagi terhadap orang tuaku
kalau ada lomba atau event seperti ini. Dasar bodoh sudah tau masa depanku itu
bukan menjadi penulis tetapi menjadi apa yang orang tuaku mau. Terkadang aku
terasa terkekang untuk melakukan hal-hal yang kusukai karna orang tuaku tapi
mau bagaimana lagi? Memang begini kan yang seharusnya terjadi menuruti mau
orang tua dan melupakan impian terbesarku.
“Hahh
akhirnya selesai… emm apa tidak apa-apa yah jika akhirnya begini?”
“Hm? Gak
apa-apa kali kita kan mau ceritaiin soal anak yang broken home”
“Tapi kalo
dipikir-pikir ‘Dian’ dicerita ini kaya kamu din”
“Hehehe
emang aku sengaja”
“Pantes
kaya familiar gitu sama cerita ini. Eh ngomong-ngomong aku jadi ke inget dulu
bedanya sama cerita ini kamu ngeberaniin diri buat ngomong sama orang tua kamu”
“Iya,
untung aku ngeberaniin buat ngomong sama orang tua aku waktu itu. Kalo enggak
mana mungkin aku bias kaya gini bareng kamu ra”
“Iya yah”
Sebenar nya
waktu itu aku ngomong sama ayahku kalau aku gak mau ikut cerdas cermat dan aku ingin
menjadi penulis. Untung ayah paham jadi aku dibolehin ikut event dan lomba
cerdas cermatku digantikan sama Linda yang memang suka ikut lomba tapi tidak
terpilih.
Jadi…raihlah
impianmu dan katakan jika kau tidak menyukai dengan apa yang mereka pikir baik
untukmu. Tidak semua yang orang tua pikirkan itu baik untuk anaknya. Karna
belum tentu anak mereka suka dengan itu.
Pas awan sing terang, ana wong loro arane Rara karo Tina
lagi ngerjakena tugas sekolah neng umah Rara. Sekabehane pada ngerjakna serius
karo suasana sing tenang. Terus,ana wong wadon sing ora lia kancane dewek arane
Sinta. Tapi, Rara kayong ora peduli ana Sinta neng kono.
‘’Ra, neng ngarep ana
Sinta lagi nggoleti kowen cepetan diparani.Wis awit mau nonggoni kowen neng
kono.’’ Ngomong Tina sing lagi
ngerjakma tugas neng umahe Rara.
‘’Bi,ngomongna neng Sinta simh ana neng ngarep umahe kari
nyong lagi lunga neng ndi mbuh laka ngonong yaa.’’ Ngomong Rara neng Bibi sing
kerja dadi pembantu neng kono.
‘’ Iyaa, Non. tak omongna.’’
‘‘Ra, sane kowen kaya kue karo Sinta. Kae pasti ws adoh-adoh
maring kowen. Bisane kowen ngusir. Ora enak oh yaa. Melasi ohh. Kae ya anake
eman Ra.’’ Ngomong Tina sing lagi nasehati Rara.
‘’Sing njabane eman, karo manis. Tapi loken kowen ngukur
sifate wong kur kaya kue tok . Kae manis neng njaba tapi neng njaba pait kaya
kopi ora di gulani.’’ Jawabe Rara stengah rai sinis.
‘’Pahit kepimen Ra?’’ ngomonge Tina karo takon.
‘’Kae sering ngomongi kekurangane wong lia. Neng mburi
sering ngomongi kancane dewek. Pokoke akeh sing ora bisa dijelasna Tin. Dileng awake kowen dewek.
Kowen judes, ceeplas-ceplos karo nyong. Tapi, seorane kowen ndue ati tulus Tin.
Dudu kanca sing njabane apik tapi njerone busuk. Kari kancanan, nyong ora butuh
penampilan njabane wong Tin.’’ Jelas Rara neng Tina.
PMR
(Palang Merah Remaja) adalah wadah kegiatan remaja di sekolah atau Lembaga
pendidikan formal dalam kepalangmerahan melalui program Ekstra Kurikuler.
PMR ESSADU sedang mengikuti JUMBARA kab.Tegal
PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan
kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana,
mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah
internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI. Pelatihan
ditujukan untuk menguatkan karakter anggota PMR untuk meningkatkan keterampilan
hidup sehat dan menjadi relawan, anggota PMR tidak hanya tahu dan terampil tapi
juga perlu memahami dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam proses
pelatihan. Materi dalam pelatihan PMR di SMP Negeri 1 Dukuhwaru meliputi :
Gerakan Kepalangmerahan, Kepemimpinan, Pertolongan Pertama, Sanitasi dan
kesehatan. Salah satu tugas dari PMR di SMP Negeri 1 Dukuhwaru ialah piket
membereskan ruang UKS(Unit Kesehatan Sekolah), pada upacara senin piket
dilaksanakan sesuai jadwal untuk
membantu siswa yang kurang fit.
Pembina PMR SMP Negeri 1 Dukuhwaru Heni
Sulistyowati S.Pd, dan Kristin Pradiatin S.Pd