“I became a journalist to come as close as possible to the heart of the world.” — Henry Luce
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
SMP Negeri 1 Dukuhwaru bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal , mengadakan sosialisasi Wajib Belajar 12 tahun .Acara diselenggarakan di aula SMPN 1 Dukuhwaru pada hari Jum’at tanggal 2 Agustus 2019.
Dalam sambutannya bapak Joko Purwanto, S.Pd selaku Kepala SekolahSMP N1 Dukuhwaru menghimbau pada siswa-siswi untuk fokus menyimak apa yang di sampaikan oleh narasumber bapak Drs. H.Walidi, M.Pd .
Peserta sosialisasi adalah seluruh siswa kelas IX SMP N 1 Dukuhwaru . Para siswa menyimak materi tentang pentingnya wajib belajar 12 tahun dengan baik. Narasumber juga menayangkan beberapa video yang memotivasi siswa untuk giat belajar dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Bapak Drs.H, Walidi menjelaskan pentingnya Wajib Belajar 12 tahunSiswa-siswi dengan antusias menyimak apa yang disampaikan narasumber
Tujuan ekstrakurikuler dimasukkan ke ekstrakurikuler SMPN 1 Dukuhwaru adalah pengembangan pendidikan mental spiritual, termasuk untuk mewujudkan budi pekerti luhur pada setiap pengikutnya. Pencak silat mengajarkan mengenai pengenalan terhadap diri sendiri sebagai seorang makhluk yang percaya terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, pencak silat bukan hanya suatu pembinaan yang bertujuan pada aspek seni, bela diri, maupun olah raga saja, namun juga bertujuan untuk mengembangkan watak luhur, kepribadian, karakter, sikap ksatria, percaya diri, serta takwa terhadap Tuhan yang Maha Esa. Tujuan pengembangan pendidikan mental spiritual dapat disimpulkan bertujuan sebagai berikut:
Peningkatan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berbudi luhur bagi setiap pengikutnya.
Menimbulkan rasa tenggang rasa, percaya terhadap diri sendiri, serta disiplin yang tinggi.
Membangun rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air, hal ini juga didukung dengan kehadiran pencak silat sendiri sebagai suatu bela diri tradisional Indonesia.
Meningkatkan rasa persaudaraan, pengendalian diri, serta tanggung jawab sosial yang tinggi.
Mendorong rasa solidaritas sosial, keinginan untuk kemajuan, kejujuran, kebenaran, serta keadilan bagi para pengikutnya.
Para siswa Pencak Silat tampil dalam acara Pelepasan siswa kelas 9 ESSADU
Sehari setelah hari Idul Adha SMP N 1 Dukuhwaru mengadakan latihan kurban di lingkungan sekolah. Pelatihan kurban ini merupakan agenda tahunan di SMP N 1 Dukuhwaru tujuan kegiatan ini adalah agar siswa belajar secara langsung tata cara penyembelihan hewan kurban dan cara pendistribusiannya. Serta bisa meneladani jiwa besar Nabi Ibrahim As yang taat menjalankan perintah Allah untuk menyembelih putranya Nabi Ismail As.
Siswa-siswi dan bapak ibu guru bekerja sama memotong dan membagi daging kurban
Pada tahun ini SMP N 1 Dukuhwaru menyembelih 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Penyembelihan, pemotongan daging, dan pendistribusian dilakukan oleh para siswa dan dibimbing oleh bapak ibu guru. Daging kurban didistribusikan kepada siswa/siswi SMP N 1 Dukuhwaru yang kurang mampu.
Selain untuk menyalurkan bakat anak di bidang seni musik Islami hadroh diharapkan bisa meningkatkan keimanan dan akhlak siswa-siswi SMP N 1 Dukuhwaru . Group hadroh ESSADU sudah sering tampil di beberapa acara seperti pelepasan siswa kelas IX, hajatan atau acara pentas seni lainnya
Group hadroh ESSADU sedang konser di acara pelepasan siswa kelas IX
Pembina Hadroh : Bapak Was’ari ,S.Pd dan Bapak Ta’rifuddin, S.Pd
Kabupaten Tegal merupakan suatu daerah yang memiliki perjalanan sejarah yang panjang, sehingga menciptakan suatu kebudayaan yang hingga kini tetap terjaga dan terpelihara keasliannya. Simbol sebagai kota yang bersejarah bukanlah sekedar ucapan semata, melainkan terbukti dengan keberadaan warisan cagar budaya yang menunjukkan jati diri Kabupaten Tegal. Pengenalan sejarah merupakan kenyataan manusiawi yang dapat ditelusuri sejak perkembangan manusia yang paling dini, sejauh masa itu meninggalkan jejak-jejaknya dalam suatu perwujudan tertentu. Dari goresan berupa tulisan atau lukisan sampai dengan jejak berupa dokumen atau monumen yang merupakan bukti nyata manusia pada suatu masa.
Kenyataan masa lampau dapat dilihat dari benda benda atau koleksi benda-benda yang masih tersimpan sampai saat ini. Keberadaannya membawa makna nyata terutama untuk menyingkap setiap peristiwa pada masa lampau sekaligus sebagai ukuran untuk melihat ketinggian martabat suatu bangsa.
Setelah 24 tahun Tegal memiliki Ibukota sendiri. Periode dua dekade bukan waktu yang singkat. Namun pencapaian yang telah diperoleh juga belum cukup memuaskan, bayang-bayang Kabupaten Tegal secara sederhana lahir karena kesamaan nama daerah.
Tegal merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang mempunyai beberapa peninggalan sejarah yang dapat dimanfaatkan untuk sumber belajar. Khususnya di Kabupaten Tegal ada beberapa tempat yang bisa dijadikan sumber pembelajaran sejarah. Tempat tersebut yaitu seperti Makam Raja Mataram KS Hamangkurat Agung Tegal Arum, Pabrik Gula Pangkah yang dibangun sejak masa penjajahan Belanda, dan sebuah situs sejarah yaitu Situs purbakala Semedo yang berada di desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal. Dalam penelitian ini penulis memilih salah satu dari peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Tegal, yaitu Situs Semedo yang saat ini sedang banyak dibicarakan. Di bukit desa Semedo ditemukan beberapa fosil purbakala seperti gading gajah dan fosil kerang laut. Penemuan tersebut kemudian dikumpulkan dan disimpan agar dapat dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Tegal.
Situs – situs sejarah selain sebagai tempat rekreasi tetapi juga dapat digunakan sebagai sumber belajar. Dari situs-situs sejarah tersebut dapat dilihat bahwa didalamnya terkandung unsur pendidikan, ilmu pegetahuan, kesenian, dan juga sebagai warisan budaya.
Belajar sejarah dengan memanfaatkan sebuah situs sejarah pasti akan lebih menarik perhatian siswa karena dengan mengunjungi atau melihat situs tersebut siswa dapat melihat sendiri secara langsung peninggalan pada jaman purbakala, tidak hanya melihat dari buku saja, walaupun buku panduan sekarang dibuat lebih menarik akan tetapi dengan mendatangi situs secara langsung dapat menarik perhatian siswa dan keingintahuan siswa mengenai jaman purbakala. Selain itu dengan mengadakan pembelajaran di luar kelas dimaksudkan juga agar siswa tidak merasa bosan dan mendapatkan pengalaman dari pembelajaran yang dilakukan diluar kelas. Potensi yang tersimpan di desa Semedo khususnya di situs Semedo dalam mendukung pembelajaran melalui pengamatan serta penelitian patut dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah khususnya sekolah dilingkungan daerah Kabupaten Tegal.
Gambar 1. Museum Situs Semedo
Semedo merupakan desa di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal yang berbatasan langsung dengan Desa Sigentong (sebelah utara), Desa Sidamulya (sebelah timur), Hutan Semedo (sebelah selatan) dan Desa Karang Malang (sebelah barat). Mata pencaharian warganya masih mengutamakan pertanian, sebagian lagi merantau keluar kota. Tingkat pendidikan warganya masih dibilang rendah, karena hanya sedikit saja yang bisa menjangkau perguruan tinggi.
Situs Semedo terletak di jajaran Pegunungan Serayu Utara, berbatasan dengan dataran aluvial pantai utara Tegal, sekitar 15 kilometer sebelah timur Slawi, perbukitan bergelombang dengan lapisan tanah yang terdiri dari kerikil, pasir dan kapur adalah ciri morfologinya. Tidak sama dengan situs sejenis yang menyebar di Jawa Tengah bagian timur dan juga Jawa Timur. Situs ini justru terletak diujung barat-utara Jawa Tengah. Luas situs menunjukkan daerah yang cukup luas, yaitu berukuran 3×3 kilometer persegi. Letaknya berada disebelah barat daya Desa Semedo, diarea terbuka berupa tegalan pohon jati,antara pertengahan desa dan Gunung Semedo. Kawasan Situs Semedo berada diwilayah hutan Perum Perhutani di petak 27 E RPH Dukuh Taban BKPH Kedungjati KPH Pemalang
Asal-usul Situs Semedo
Situs Semedo ini merupakan situs manusia purba yang paling akhir ditemukan. Situs ini telah memberikan data tentang evolusi manusia, budaya, dan lingkungannya sejak 1,5 juta tahun yang lalu. Situs ini telah memberikan pemahaman baru tentang persebaran Homo Erectus di Pulau Jawa, dimana sisa-sisa fosil manusia purba ini telah ditemukan pada bulan Mei 2011. Itu menunjukkan bahwa mereka juga telah melangkahkan kaki di ujung barat Jawa Tengah, terpisah dari saudara-saudara mereka yang ada di Sangiran.
Jajaran Pegunungan Serayu merupakan daerah batas dengan Jajaran Bogor di Jawa Barat. Pada zaman Pleistosen daerah ini telah terdorong keatas oleh gerakan Geosinklinal Pulau Jawa bagian utara, yang setelah melewati Kala Pleistosen Bawah sekitar 1,8 juta tahun yang lalu, tertutup endapan vulkanik. Terdapat kemungkinan, bahwa bersama dengan Cijulang, Prupuk, Bumiayu, dan Ajibarang daerah penemuan fosil di Desa Semedo merupakan batas Pulau Jawa bagian timur pada akhir Kala Pliosen, ketika Jawa Tengah dan Jawa Barat masih berada dibawah laut pada sekitar 2,4 juta tahun yang lalu.
Perintis Situs Semedo
Situs Semedo tidak akan pernah terdengar jika tidak diperjuangkan dengan kerja keras oleh Bapak Dakri, beliau adalah penduduk setempat yang pertama kali menemukan fosil-fosil Vertebrata di situs ini pada bulan Juni 2005. Temuan tersebut kemudian ditindak lanjuti oleh Bapak Bambang Purnama dan Slamet Heriyanto dari LSM Mataram, dan disampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal. Merekalah sang pelopor penemuan fosil, yang kemudian disampaikan kepada khayalak ramai melalui media cetak dan elektronik. Para pakar dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran maupun Balai Arkeologi Yogyakarta serta berbagai institusi pendidikan kemudian mengadakan penelitian secara intensif hingga saat ini.
Bapak Dakri elah mendapatkan piagam dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Sragen karena atas jasanya melestarikan Situs Semedo. Beliau juga ditunjuk sebagai Petugas Pengaman Situs Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Tegal.
Koleksi Benda-Benda Purbakala
Situs Semedo menyimpan berbagai kekayaan budaya pada masa purbakala.Hampir ratusan fosil hewan purba telah ditemukan di Cagar Budaya Semedo itu. Bukit Semedo yang tingginya mencapai 140 meter diatas permukaan laut tersebut menyimpan misteri kehidupan manusia purba hampir seperti di Sangiran yang terkenal sebagai cagar budaya manusia.
Dari bukit itu ditemukan fosil hewan purba dengan ukuran raksasa. Dari mulai gajah, babi hutan, harimau, singa, ikan hiu, kuda nil, badak dan hewan purba lainnya. Fosil hewan-hewan itu ditemukan oleh warga sekitar yang dipelopori oleh Bapak Dakri.
Fosil hewan purba yang ditemukan di Semedo ditemukan secara terpencar diseluruh permukaan situs. Sebagian besar berupa fragmen tulang panjang, diantaranya disertai pula dengan fragmen tengkorak beserta rahang dan gigi geliginya, dan juga beberapa tulang rusuk. Tingkat fosilisasi sudah sangat sempurna, dengan mineral silika yang telah lanjut menggantikan unsur-unsur organiknya, sehingga menjadi berat dan keras. Selain itu, tulang juga telah banyak berubah warna menjadi kehitaman.
Berikut adalah daftar benda-benda purbakala yang terdapat di Situs Semedo:
Fosil Fauna Darat
Stegodon trigonocephallus
Sisa Gajah purba Stegodon terdiri atas fragmen gading, fragmen gigi geraham, fragmen tulang lengan, fragmen tulang paha dan tulang iga.
Mastodon sp.
Ditemukan terakhir sekitar tahun 2008 lalu, gigi-geliginya.
Elephas sp.
Ditemukan diberbagai tempat, yang kebanyakan ditemukan fragmen giginya.
Stegodon, Mastadon dan Elephas adalah tiga jenis gajah purba nenek moyang gajah Sumatra yang telah hidup di Semedo sejak 1,5 tahun yang lalu.
Bovidae (sapi, kerbau, banteng)
Terdiri dari fragmen gigi dan pecahan tanduk.
Rhinoceros sp. (badak)
Terdiri dari fragmen gigi.
Suidae (babi)
Terdiri dari fragmen gigi.
Cervidae (sejenis rusa)
Terdiri dari fragmen gigi dan pecahan tanduk.
Hippopotamus (kuda air)
Terdiri dari fragmen gigi geraham dan gigi taring.
Fosil Fauna Perairan
Crocodyllus sp. (buaya)
Terdiri dari fragmen rahang dan gigi geliginya.
Tryonix sp. (penyu laut)
Galeocerdo sp. Dan Carcharodon sp. (hiu laut)
Terdiri dari fragmen gigi.
Moluska (kerang-kerangan)
Gastropoda (keong)
Pelecypoda (kerang setangkup)
Endapan-endapan lempung, dari jenis Murex sp., Turritella sp., dan Antogona claratha.
Pecahan-pecahan koral (Anodara sp.)
Untuk pecahan koral sendiri sangat mudah ditemukan di wilayah situs sebagian besar dalam bentuk koral berwarna merah kecoklatan atau kekuningan.
Alat-alat batu (artefak)
Alat-alat batu Semedo mulai ditemukan sejak tahun 2007, hingga kini sudah terkumpul kurang lebih 300 artefak. Artefak yang ditemukan ini berukuran sebesar genggaman tangan dan alat-alat berukuran kecil, dengan jenis-jenis alat batu seperti kapak penetak (chopping tools), kapak perimbas (chopper), batu inti (core), alat serpih (flake), dan serut (scrapper).
Fosil manusia purba Homo Erectus
Fosil manusia purba Homo Erectus di Situs Semedo ditemukan setelah lebih dari setengah tahun diteliti oleh tim ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. Fosil yang ditemukan itu berupa kepingan-kepingan bagian tengkorak kepala, seperti tulang tengkorak bagian belakang serta sepasang tulang tengkorak dibelakang dahi dan tulang pertautannya. Selain itu, ditemukan juga tulang berbentuk cekungan tempat melekatnya otak belakang. Fosil itu ditemukan Bapak Dakri disebuah anak Sungai Kawi.
Usia Fauna Semedo
Penemuan fosil-fosil binatang di daerah Kabupaten Tegal ini merupakan temuan menarik karena daerah Tegal termasuk dalam daerah perbatasan dari persebaran fauna yang dapat dimasukkan sebagai bagian dari zona Bumiayu dan Ajibarang sebagai salah satu daerah temuan fauna vertebrata yang cukup tua. Jika dilihat dari pembentukkan Pulau Jawa yang sangat bergantung pada gerakan lempeng tektonik, erupsi gunung berapi, dan gerak permukaan air laut, maka dapat dikatakan bahwa Jawa Barat merupakan bagian Pulau Jawa yang sudah berada di permukaan laut.Pada saat itu Jawa Tengah dan Jawa Timur masih berada dibawah permukaan laut. Sekilas jenis-jenis binatang yang ditemukan di Situs Semedo tersebut merupakan jenis khas yang hidup di hutan terbuka pada sekitar 1 juta tahun yang lalu.
Jenis Stegodon sudah muncul pada Fauna Trinil dan hadir terakhir kali pada Fauna Ngandong sekitar 400.000 tahun, sementara jenis Rhinoceros, Suidae, dan Cervidae hampir ditemukan diberbagai kelompok fauna lainnya. Dalam hal ini, jajaran Kedung Banteng, Bumiayu, dan Ajibarang merupakan daerah tertua setelah Cisaat ataupun Satir yang merupakan fauna tertua, mencapai setidaknya 1,5 juta tahun. Akan tetapi dengan ditemukannya jenis Mastadon sp. pada fauna Semedo ini, membuat usia fauna Semedo semakin tua 1,5 juta tahun lalu. Sehingga usia fauna Semedo dapat disejajarkan dengan fauna-fauna tua yang berada di Cisaat ataupun Satir.
E. Perhatian Pemerintah Lokal
Fosil-fosil yang ditemukan 2005 telah dibawa ke Museum Sekolah Slawi. Berupa fosil babi hutan, rusa, kijang, harimau, singa, gajah, ikan hiu, kuda nil, badak, dan hewan purba lainnya. Namun, fosil yang ditemukan saat itu sempat tertahan beberapa tahun berada di rumah Bapak Dakri. Pada saat itu belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan fosil – fosil tersebut.
Bapak Dakri mengungkapkan bahwa sementara ini pihaknya tidak berani melaporkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tegal sebelum melaporkannya sendiri ke Sangiran, karena memang untuk melaporkan temuan tersebut kepada Dinas terkait, bapak Dakri seolah dipersulit dengan persyaratan-persyaratan yang rumit, awalnya Pemerintah Kabupaten Tegal, memang seolah acuh, namun pada akhirnya dengan bantuan sebuah LSM lokal, penemuan fosil – fosil tersebut dapat terungkap lebih lanjut hingga dijadikan sebagai objek penelitian oleh arkeolog dari berbagai institusi di Indonesia. Bahkan baru-baru ini terdapat arkeolog asal Perancis yang melakukan penelitian disana yang mengambil spesialisasi vertebrata mamalia purba. Sehingga disana sekarang sudah berdiri dengan megah sebuah Museum fosil – fosil purbakala yang diberi nama “Museum Situs Semedo”.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari data-data yang penulis dapatkan maka dapat disimpulkan bahwa :
Museum Situs Semedo merupakan situs manusia purba yang paling akhir ditemukan dan telah memberikan pemahaman baru tentang persebaran Homo Erectus di Pulau Jawa, keberadaan fosil Homo Erectus di Semedo menunjukkan bahwa manusia purba itu telah melangkahkan kaki diujung barat Jawa Tengah.
Keberadaan Situs Semedo tidak terlepas dari perjuangan Bapak Dakri yang dengan giat dan ulet mengumpulkan berbagai fosil dan artefak yang ditemukannya di bukit Semedo. Sehingga dari bukit Semedo itu terkumpul fosil hewan purba dengan ukuran raksasa. Dari mulai gajah, babi hutan, rusa, harimau, singa, ikan hiu, kuda nil, badak, dan hewan purba lainnya.
Fosil hewan purba yang ditemukan di Situs Semedo sebagian besar berupa fragmen tulang panjang, diantaranya disertai pula dengan fragmen tengkorak beserta rahang dan gigi geliginya, dan juga beberapa tulang rusuk.
Dengan ditemukannya jenis Mastadon sp. pada Situs Semedo ini, menunjukkan usia fauna Semedo sekitar 1,5 juta tahun lalu. Sehingga usia fauna Semedo dapat disejajarkan dengan fauna-fauna tua yang berada di Cisaat ataupun Satir.
Saran
Situs Semedo merupakan situs peninggalan purbakala yang memiliki nilai historis yang tinggi. Oleh karena itu, sudah seharusnya Pemerintah Kabupaten, masyarakat, generasi muda turut berpartisipasi untuk berperan serta dalam menjaga dan melestarikan situs – situs bersejarah tersebut.
Dasar : Surat dari Panitia Peringatan HUT ke 74 Proklamasi Kemerdekaan RI Kabupaten Tegal , nomor : 22/Pan.HUT/2019 tanggal 14 Agustus 2019, tentang Pemberitahuan Kegiatan Karnaval Pelajar/Umum dalam rangka HUT ke 74 Kemerdekaan RI Pemerintah Kabupaten Tegal Tahun 2019.
Pasukan karnaval ESSADUSendra tari Anoman obong sedang beraksiPasukan Bhineka Tunggal Ika
Nama kegiatan : Karnaval Pelajar dalam rangka HUT ke 74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019.
Waktu pelaksanaan : Hari : Rabu
Tanggal : 21 Agustus 2019
Pukul : 13.00 – selesai
Start : Depan GOR Tri Sanja Slawi Kab.Tegal
Finish : Alun – Alun Hanggawana Slawi Kab.Tegal
Jumlah Peserta : 180 Siswa
Jumlah Pendamping : 30 Guru Pendamping
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah, Kami SMP Negeri 1 Dukuhwaru, ikut mengayuh bagya dihari penuh kebahagiaan, Hari Ulang Tahun ke 74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari daerah paling barat Kabupaten Tegal kami datang, SMP Negeri 1 Dukuhwaru adalah SMP yang berlokasi di tepi jalan Provinsi, penghubung antara provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Jawa Barat.
Sebuah Sekolah yang menerapkan dan mendukung Sekolah Ramah Anak, dengan Kurikulim 2013. Kami memberikan Pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang bertempat tinggal di Kecamatan Dukuhwaru dan sekitarnya. ESSADU merupakan sebuah nama sekolah yang menjadi kebanggaan Masyarakat Kecamatan Dukuhwaru dan sekitarnya’
Di Ujung sebagai Penjuru Kami awali dengan pasukan PASWIYADA atau PASUKAN PASKIBRA , yang telah mewakili Kabupaten Tegal menjuarai Lomba TUB dan PBB di Karisedenan Pekalongan dan Juga Karisedenan Banyumas.
Berbagai Ekstrakurikuler kami sediakan, disamping ekstra pembentuk karakter bangsa Indonesia yaitu Ektrakurikuler Pramuka sebagai Ektra Wajib dan mereka mengenakan pakaian karnival dan pakaian sendra tari Anoman Obong dan disusul dengan Pakaian Bhineka Tunggal Ika ( Berbeda – beda tetapi tepat satu Jua) “ NKRI HARGA MATI “
MENS SANA IN CORPORE SANO, “ dalam tubuh yang sehat terdapat Jiwa yang Kuat, Inilah Atlet – Atlet ESSADU dari ekstra Pencak Silat dan Ektra Olah Raga.
Hadroh merupakan Kesenian lokal yang melekat dalam kehidupan masyarakat Kecamatan Dukuhwaru, dan inilah team hadroh SMP Negeri 1 Dukuhwaru.
Merah Putih Jiwa Kami, Bhineka Tunggal Ika kebanggaan Kami, NKRI HARGA MATI, dan sebagai penghormatan kami persembahkan sebuah Sendratari dengan judul “ ANOMAN OBONG” Sesuai semangat kami Merah dan Putih, yang melambangkan Keberanian dan kesucian. Dalam kisah Anoman obong karena keberaniannya sang anoman dalam membela kebenaran maka Kebaikan akan mengalahkan keangkara murkaan.
SMP Negeri 1 Dukuhwaru atau yang sering disebut dengan ESSADU merupakan sekolah Pinggiran tetapi Kami ingin menjadi terdepan dalam ikut serta mengisi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tercinta.
Alamat : Jalan Raya Slawi – Jatibarang Telp (0283) 6196272 di Gumayun
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Dalam upaya peningkatan mutu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan mampu hidup bersaing yang merupakan tuntutan dari perkembangan zaman pada saat ini. Oleh karena itu upaya peningkatan SDM ini harus diprogramkan secara terstruktur, berkesinambungan dan di evaluasi secara berkala. Hal ini menjadi semakin penting karena perubahan-perubahan akibat perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi (Iptek) serta komunkasi menjadi semakin tidak kentara.
Salah satu bagian yang penting dalam upaya tersebut adalah sekolah sebagai fungsi pendidikan berkewajban untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan kepribadian bangsa yang bermartabat, khususnya generasi muda sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional. Kompetensi penyelenggaraan pendidikan yang mengacu pada kompetensi siswa yang diarahkan pada kompetensi multiple intelegensi sangatlah diharapkan. Oleh karena itu Upaya pengembangan Potensi Diri Siswa sangatlah diperlukan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Dasar
Yang mendasari pembinaan kesiswaan dilingkungan sekolah, antara lain adalah :
Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.
Undang – Undang dasar Tahun 1945.
Undang Undang RI No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional
Keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 201/C/Kep/O/1986 tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan.
Peraturan menteri Pendidikan Nasional Nomor : 39 Tahun 2008, tentang Pembinaaan Kesiswaan.
Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor : 62 tahun 2014, tentang kegiatan Ektrakurikuler pada Pendidikan dasar dan menengah.
TUJUAN
Mengembangkan seluruh potensi siswa secara maksimal, baik potensi akademik maupun non akademik.
Menyiapakan warga negara menuju masyarakat belajar yang cerdas dan memahami nilai-nilai masyarakat yang beradab.
Menemukan dan memunculkan potensi-potensi yang ada pada diri siswa sehingga timbul kecakapan hdup (life skiill) yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.
Memberikan kemampuan minimal untuk melanjutkan ke sekolah lanjutan, perguruan tinggi dan hidup bermasyarakat
Menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa terhadap pengaruh negatif yang datang dari luar maupun dari dalam lingkungan sekolah
Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar.
Meningkatkan apresiasi dan penghayatan seni.
Menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
meningkatkan kesegaran jasmani dan daya kreasi siswa untuk memantapkan keseimbangan antara pertumbuhan jasmani dan rohani.
Pengertian
Organisasi secara umum adalah sekelompok kerjasama antara manusia yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan organisasi yang dimaksud disini adalah wadah siswa untuk mencapai tujuan kegiatan, pembinaan dan pengembangan siswa.
Siswa adalah peserta didik pada satuan jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah
Intra artinya didalam. Maksudnya organisasi ini bersifat terbatas antar siswa dalam sekolah dan tidak ada hubungannya dengan organisatoris dengan sekolah lain.
Sekolah adalah bentuk satuan pendidikan dasar ataupun pendidikan menengah yang bertujuan memberikan bekal kemampuan kepada siswa dalam mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi dan anggota masyarakat.
OSIS adalah satu-satunya organisasi siswa yang sah disekolah sebagai wadah siswa berorganisasi
Urusan OSIS adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan OSIS disekolah itu. Meliputi kepala sekolah dan wakil beserta tenaga pendidik lainnya.
BAB II
ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH SMP NEGERI 1 DUKUHWARU
KABUPATEN TEGAL JAWA TENGAH INDONESIA
PEMBUKAAN
Bahwa sesungguhnya ilmu itu merupakan salah satu karunia Allah SWT. yang harus diamalkan untuk membawa manusia ke arah kebahagiaan hidup didunia dan diakhiratnya.Bahwa Bangsa Indonesia dengan kemerdekaannya telah memperoleh kesempatan dan waktu seluas – luasnya untuk mencari, menggali dan mendalami ilmu pengetahuan menuju masyarakat yang adil dan makmur serta untuk menggali ilmu agama agar kita selamat dunia dan akhirat.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang mempunyai kewajiban dan tanggung jawab mendidik, membina, melatih dan membekali para siswa sebagai generasi penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dalam usaha menuju tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta membekalinya ilmu agama agar mereka bisa membedakan mana yang haq dan yang bathil.
Bahwa para siswa sebagai penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional, sadar akan kewajiban, peranan dan tanggung jawabnya terhadap dirinya sendiri, keluarga, Bangsa dan Negara, dalam rangka pengabdian kepada Allah SWT.
Maka kami para siswa sekolah SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia menghimpun diri dalam satu Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang disusun dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai berikut :
ANGGARAN DASAR
BAB I UMUM
Pasal 1 Nama, Waktu dan Tempat Kedudukan
Organisasi ini bernama Organisasi Siswa Intra Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia, yang selanjutnya disebut OSIS SMP Negeri 1 Dukuhwaru.
Organisasi ini didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan.
OSIS SMP Negeri 1 Dukuhwaru berkedudukan di SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia
.
Pasal 2 Dasar dan Azas
Organisasi ini berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.
Organisasi ini berazaskan kekeluargaan dan kegotong – royong.
Pasal3 Tujuan
Mempersiapkan siswa kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, kepribadian dan budi pekerti luhur serta bekal ilmu keagamaan.
Membangun siswa SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia yang professional dan kompeten dalam rangka mewujudkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya menuju masyarakat adil dan makmur serta siswa yang memiliki religiusitas yang tinggi.
Pasal 4 Sifat Organisasi
Organisasi ini bersifat intra sekolah dan merupakan satu – satunya wadah yang menampung kegiatan–kegiatan ekstra kurikuler sekolah yang menunjang kurikulum, yang sah mewakili siswa dari SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia.
Pasal 5
Bentuk Organisasi
Organisasi ini berbentuk kesatuan.
Pasal 6 Lambang
Lambang OSIS seperti terlampir bersifat nasional.
Pasal 7 Keanggotaan
Anggota organisasi ini adalah seluruh siswa sekolah SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia.
Keanggotaan berakhir apabila sudah tidak lagi menjadi siswa SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia, pindah sekolah, dinyatakan lulus secara akademis atau meninggal dunia.
Pasal 8 Hak dan Kewajiban Anggota
Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam OSIS.
Pasal 9 Keuangan
Keuangan organisasi ini diperoleh dari :
Kas OSIS dan Dana Kesiswaan SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia.
Sumbangan atau usaha–usaha lain yang sah, halal dan tidak mengikat.
Anggota – anggota MPK merupakan perwakilan kelas, sehingga setiap kelas memiliki wakilnya yang duduk di dalam MPK.
Sebelum sah menjadi anggota MPK, setiap anggota harus mengucapkan sumpah dan dan janji secara sungguh – sungguh di hadapan Kepala Sekolah atau di hadapan pejabat yang ditunjuk atau diberi kekuasaan oleh Kepala Sekolah untuk mengambil sumpahb dan janji.
Perumusan bunyi sumpah dan janji diatur tersendiri secara nasional.
MPK disahkan oleh Kepala Sekolah.
MPK bersama OSIS menetapkan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta Garis Besar Program Kerja OSIS di sekolah dan disahkan oleh Kepala Sekolah.
MPK bersama OSIS dapat saling bekerjasama untuk menyukseskan kegiatan yang telah ditentukan.
MPK bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah.
BAB IV
Pengurus OSIS
Pasal 12 Kepengurusan OSIS
OSIS dipimpin oleh seorang Ketua yang dibantu oleh Wakil Ketua Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, dan Wakil Bendahara.
Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, dan Wakil Bendahara serta Koordinator Sekbid dan anggota-anggotanya adalah siswa SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia yang duduk di kelas VII dan VIII.
Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, dan Wakil Bendahara dipilih berdasarkan pemungutan suara yang diikuti oleh seluruh warga SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia
Pengurus OSIS bertanggung jawab kepada MPK dalam Sidang Pleno MPK atau suatu musyawarah yang dilakukan oleh MPK, dan bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah.
Ketua OSIS secara tidak langsung duduk di dalam Komite Sekolah sebagai perwakilan dari siswa dengan surat ketetapan Kepala Sekolah.
Pasal 13
Ketua,Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, dan Wakil Bendahara OSIS bekerja menurut AD / ART.
Dalam melaksanakan kewajibannya Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, dan Wakil Bendahara OSIS dibantu oleh para pengurus OSIS lainnya yang tersusun dalam seksi bidang – seksi bidang yang sudah ditetapkan oleh Kepala Sekolah.
Pengurus OSIS memegang jabatan selama satu tahun.
Pengurus OSIS dapat diberhentikan apabila tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai pengurus OSIS oleh Ketua berdasarkan rapat MPK dan atas persetujuan Kepala Sekolah.
Ketua OSIS dapat mengangkat para pembantunya berdasarkan rapat MPK dan atas persetujuan Kepala Sekolah.
Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, dan Wakil Bendahara menetapkan petunjuk pelaksanaan untuk menjalankan tugas dan kewajiban serta peraturan sebagaimana mestinya.
Di dalam melaksanakan tugasnya, Pengurus OSIS dapat bekerjasama dengan MPK atau orang – orang yang dianggap berkompeten.
Pasal 14
Jika Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, dan Wakil Bendahara OSIS meninggal dunia, berhenti atau tidak dapat melakukan kewajibannya di dalam masa jabatannya, maka ia diganti oleh anggota pengurus OSIS lainnya yang ditetapkan oleh Kepala Sekolah.
Pasal 15
Sebelum memangku jabatannya, Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, dan Wakil Bendahara OSIS serta pengurus lainnya mengucapkan janji dengan sunguh – sungguh dengan tuntunan dari Kepala Sekolah selaku Ketua Majelis Urusan OSIS di hadapan seluruh siswa SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia sebagai berikut :
Janji Pengurus Osis.
Atas Rahmat Allah SWT. kami berjanji :
1. TAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA
2. BERSEDIA MENJADI PENGURUS /ANGGOTA OSIS SAMPAI BERAKHIRNYA MASA JABATAN
3. MENJAGA NAMA BAIK SEKOLAH
4. SIAP MELAKSANAKAN TUGAS DAN KEWAJIBAN SEBAGAI PENGURUS/ANGGOTA OSIS
Semoga Allah SWT. meridhoi janji kami dengan Taufiq dan Hidayah-Nya.
BAB V MAJELIS PEMBIMBING OSIS (MPO)
Pasal 16
Majelis Pembimbing OSIS merupakan badan pembimbing OSIS yang beranggotakan guru–guru yang telah ditetapkan dan disahkan oleh Kepala Sekolah.
Majelis Pembimbing OSIS dipimpin/diketuai oleh Kepala Sekolah.
Majelis Pembimbing OSIS wajib memberikan bimbingan secara terus – menerus kepada OSIS dalam melaksanakan tugasnya
BAB VI PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 17 Perubahan AD
Perubahan Anggaran Dasar OSIS SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia hanya dapat dilakukan oleh Sidang Pleno MPK SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia
BAB VII ATURAN TAMBAHAN
Pasal 18
Hal – hal yang belum diatur dalam AD ini, diatur dalam ART dan atau peraturan lainnya yang sah serta merupakan kebijaksanaan umum OSIS SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia
ANGGARAN RUMAH TANGGA
BAB I KEANGGOTAAN
Pasal 1
Anggota OSIS adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia yang dipilih melalui pemungutan suara.
Pasal 2
Syarat – Syarat Keanggotaan
Siswa SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia yang aktif.
Bersedia mentaati AD/ART dan kebijaksanaan organisasi.
Pasal 3 Masa Keanggotaan
Masa keanggotaan OSIS adalah sejak dilantik.
Masa keanggotaan berakhir apabila :
Meninggal dunia.
Dinyatakan lulus secara akademis.
Minta berhenti atas dasar kehendak sendiri.
Diberhentikan pengurus karena melakukan tindakan yang merugikan atau merusak nama baik OSIS.
Pasal 4 Hak dan Kewajiban
Hak anggota :
Anggota berhak mengeluarkan pendapat baik lisan maupun tertulis.
Anggota mempunyai hak memilih dan dipilih.
Anggota berhak mengikuti kegiatan OSIS sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kewajiban anggota :
Anggota berkewajiban memegang teguh AD/ART dan kebijakan organisasi.
Anggota berkewajiban menjunjung tinggi nama dan kehormatan organisasi.
Anggota berkewajiban berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan organisasi.
BAB II STRUKTUR ORGANISASI
Pasal 5 Sidang Pleno
1. Sidang Pleno memegang kekuasaan tertinggi organisasi.
2. Sidang Pleno diadakan 1 tahun dua kali.
3. Sidang Pleno istimewa diadakan apabila terdapat kebijakan organisasi dinilai tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Pasal 6 Wewenang Sidang Pleno
Menetapkan atau mengadakan perubahan AD/ART, dan Garis Besar Program Kerja (GBPK).
Menilai pertanggung jawaban pengurus.
Menetapkan Pemilihan Umum Ketua OSIS.
Menetapkan kebijakan – kebijakan organisasi lainnya.
Pasal 7 Tata Tertib Sidang Pleno
Peserta terdiri dari Pengurus OSIS, Majelis Urusan OSIS (MPO), Majelis Perwakilan Kelas (MPK).
Pengurus bertanggung jawab atas dasar penyelenggaraan Sidang Pleno.
Pimpinan Sidang Pleno yang berbentuk presidium dipilih dari dan oleh peserta.
Sebelum presidium terbentuk pimpinan sidang sementara dipegang oleh panitia adhoc.
Sidang Pleno dinyatakan sah apabila dihadiri oleh ½ + 1 jumlah peserta.
Apabila ayat 5 tidak terpenuhi, maka sidang diundur 2 x 30 menit dan setelah itu dinyatakan sah.
Pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah mufakat dan apabila ini tidak terpenuhi maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.
Pasal 8 Pengurus OSIS
Masa jabatan pengurus adalah 1 tahun sejak pelantikan atau serah terima jabatan demisioner.
Pengurus sekurang – kurangnya terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, Wakil Bendahara dan Koordinator Sekbid beserta anggota-anggotanya.
Pasal 9 Tugas dan Wewenang Pengurus
Tugas Pengurus :
Pengurus melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan sesuai dengan AD/ART, hasil – hasil Sidang Pleno serta kebijakan organisasi yang lain.
Menyelenggarakan Sidang Pleno pada akhir kepengurusan.
Menyampaikan pertanggung jawaban kepengurusan OSIS selama 1 tahun masa jabatannya.
Mengangkat dan memberhentikan anggota pengurus dan atas dasar ketetapan Kepala Sekolah.
Wewenang Pengurus :
Menentukan dan menjalankan program kerja dan kebijakan organisasi lainnya.
Mengangkat dan memberhentikan anggota pengurus dan atas dasar ketetapan Kepala Sekolah.
BAB III ALUMNI
Pasal 10
Alumni adalah anggota OSIS yang telah habis masa keanggotaannya.
BAB IV KEUANGAN
Pasal 11
Keuangan organisasi ini diperoleh dari :
Kas OSIS dan Dana Kesiswaan SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia.
Sumbangan atau usaha–usaha lain yang sah, halal dan tidak mengikat.
Mekanisme Iuran/Sumbangan anggota ditetapkan oleh pengurus osis sesuai kesepakatan.
BAB V LAMBANG, SiMBOL DAN ATRIBUT
Pasal 12
Atribut OSIS banyak jenisnya termasuk lambang, bendera, scarft, stempel dan kartu anggota. 1. Lambang OSIS
Gambar Lambang OSIS :
Arti bentuk dan warna lambang OSIS :
a. Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga.
Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu : abdi, adab, ajar, aktif dan amal.
b. Buku terbuka.
Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.
c. Kunci pas.
Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.
d. Tangan terbuka.
Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.
e. Biduk.
Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.
f. Pelangi Merah Putih.
Tujuan nasional yang dicita – citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.
g. Tujuh belas butir padi, Delapan lipatan pita, Empat buah kapas, Lima daun kapas.
17-8-45 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai – nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.
h. Warna Kuning.
Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan / agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.
Warna Coklat.
Warna tanah Indonesia, berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia.
j. Warna Merah Putih.
Warna kebangsaan Indonenesia, dengan hati yang suci, berani membela kebenaran.
2. Bendera OSIS
a. Warna dasar putih.
b. Berbentuk persegi panjang.
c. Isi : lambang OSIS
3. Stempel
a. Terdapat tulisan OSIS.
b. Berbentuk segi empat.
c. Warna : biru.
BAB VI PERUBAHAN AD / ART
Pasal 13
Perubahan AD / ART hanya dapat dilakukan didalam Sidang Pleno siswa SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia
Amandemen AD / ART atas persetujuan peserta sidang melalui referendum.
BAB VII ATURAN TAMBAHAN
Pasal 14
Setiap anggota dianggap telah mengetahui AD/ART ini setelah ditetapkan.
Pasal 15
Atribut adalah kelengkapan sebagai identitas OSIS SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia
Demikian Rumusan AD dan ART OSIS SMP Negeri 1 Dukuhwaru Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah Indonesia. Semoga dengan AD dan ART pelaksanaan kegiatan OSIS semakin lancar tanpa hambatan. Amiin
BAB III
STRUKTUR /PERANGKAT OSIS
Dalam kepengurusan OSIS terdapat struktur organisasi yang telah diatur berdasarkan buku petunjuk pengelolaan organisasi siswa yang terjabarkan dalam perangkat organisasi diantaranya meliputi :
Majelis Pembimbing OSIS (MPO)
Komponen Majelis Pembimbing OSIS pada dasarnya terdiri atas beberapa dewan guru yang telah ditunjuk untuk membina/membimbing Pengurus OSIS, Sekretaris Bidang dan anggota baik secara teknis maupun organisatoris. Adapun susunan/komponen MPO terdiri dari :
No.
Jabatan Sekolah
Jabatan MPO
1234
Kepala SekolahUrusan KesiwaanUrusan OSISPembina 10 Seksi Bidang
Ketua Majelis Urusan OSISWakil Ketua Majelis Urusan OSISSekretaris Majelis Urusan OSISAnggota Majelis Urusan OSIS
Penguruars OSIS dan Sekretaris Bidang
Dalam Membentuk susunan pengurus dan sekretaris bidang OSIS dilakukan seleksi/pendataan dari perwakilan kelas VII, VIII, dan IX yang masih aktif/menempuh di SMP ini selanjutnya diadakan proses pemilihan pengurus dan pembentukan sekretaris bidang OSIS yang susunannya sebagai berikut:
No.
Pengurus OSIS
Sekretaris Bidang OSIS
123456
Ketua UmumWakil Ketua Sekretaris 1Sekretaris 2Bendahara 1Bendahara 2
Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha EsaKehidupan Berbangsa dan BernegaraPendidikan Pendahuluan Bela NegaraKepribadian dan Budi Pekerti LuhurOrganisasi Pendidikan Politik & KepemimpinanKetrampilan dan KewiraswastaanKesegaran Jasmani dan Daya KreasiPersepsi, Apresisasi, Karya SeniPendidikan Bahasa InggrisTeknologi Informasi dan Komunikasi
Majelis Perwakilan Kelas (MPK)
Pada hakekatnya Perwakilan Kelas adalah beberapa siswa yang telah dipilih/ditunjuk untuk mewakili kelasnya dalam mengikuti kegiatan di sekolah ataupun kegiatan OSIS terutama kelas yang tidak terwakili di kepengurusan OSIS atau Sekretaris Bidang OSIS. Sebagai ketentuan agar masing-masing kelas mempunyai perwakilannya maka disusunlah Perwakilan Kelas berikut ini:
Mengkoordinasi/memimpin efektifitas keorganisasianMengkoordinasi pelaksanaan rapat kepengurusan secara umumMengkoordinasi pelaksanaan kegiatan OSIS secara umumMengadakan evaluasi seluruh pelaksanaan kegiatan OSISMenyusun perencanaan program kegiatan secara garis besarBerkewajiban untuk melaksanakan kebijaksanaan sesuai ketentuan Menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan sekolahMemberi laporan pertanggungjawaban organisasiMematuhi semua kebijaksanaan sekolah Bersama-sama ketua dalam membuat rancangan kebjaksanaan OSISMemberi saran/masukan kepada ketua dalam mengambil keputusanMenggantikan posisi Ketua jika ketua berhalanganMembantu mengkoordinasi kegiatan secara umumMengkoordinasi secara umum dari masing-masing Sekbid. Mendampingi Ketua dalam memimpin rapatMelaksanakan tugas ke administrasian OSIS dan kegiatan OSISMengarsip keluar/masuknya surat dan berkas kegiatan OSISMembantu Ketua/Wakil Ketua dalam mengevaluasi kegiatan OSISMenyiapkan agenda/notulen rapat atau persiapan kegiatanMembantu koordinasi konsultasi masing-masing Sekbid.Mendistribusikan dan mempublikasikan informasi kegiatanMembantu ketua/wakil ketua dalam membuat laporan kegiatan. Bersama ketua/wakil ketua membuat anggaran kegiatanMencatat pembukuan keluar/masuknya keuangan organisasiBertanggungjawab tentang inventaris dan perbendaharaan OSISBertanggungjawab tentang laporan keuangan organisasi Merencanakan kegiatan OSIS sesuai tugas sekbid. Masing-masingMelaksanakan kesgiatan sesuai program sekbid. Masing-masingBertanggungjawab terhadap kegiatan yang telah direncanakan baik secara umum maupun kegiatan dari masing-masing sekbid.Memberi laporan kepada pengurus setelah pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tanggungjawab sekbid. Masing-masingMengadakan evaluasi internal dari masing-masing sekbid.Mensukseskan kegiatan OSIS baik secara umum maupun secara khusus serta kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah.
BAB IV
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER / PENGEMBANGAN DIRI
Pengertian Kegiatan Ekstra Kurikuler
Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar jam pelajaran biasa yang dilakukan di sekolah/luar sekolah untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah secara berkala dan terprogram.
Visi dan Misi
a. Visi
Visi kegiatan ekstra kurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
b. Misi
Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka.
Menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik mengespresikan diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok.
Tujuan Umum
Menunjang pencapaian tujuan institusional dalam upaya pembentukan manusia Indonesia seutuhnya berdasarkan Pancasila, yaitu :
(1) Manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur.
(1) Memiliki pengetahuan dan keterampilan
(2) Sehat jasmani dan rohani
(3) Kepribadian yang mantap dan mandiri
(4) Rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Tujuan Khusus
Memberikan pengayaan kepada siswa yang menyangkut aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk menjadi manusia seutuhnya.
Menambah pengetahuan dan keterampilan kepada siswa untuk memanfaatkan potensi lingkungan alam, lingkungan sosial dan lingkungan budaya.
Mengembangkan kemampuan siswa untuk memanfaatkan kegiatan industri dan dunia usaha (kewiraswastaan)
Mengembangkan keterampilan dan nilai-nilai kemanusiaan, ketekunan, kerja keras dan disiplin melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Menanamkan kemampuan dan keterampilan melakukan tindakan dan perilaku hidup sehat secara jasmani dan rohani.
Menanamkan kemampuan meneliti dan mengembangkan daya cipta untuk menemukan hal baru
Menanamkan nilai-nilai gotong royong, kerjasama, tanggungjawab dan disiplin melalui kegiatan koperasi sekolah
Memberikan bekal kemampuan berorganisasi melalui kegiatan di sekolah dan di luar sekolah.
Memberikan bekal keterampilan praktis yang diperlukan siswa untuk hidup di masyarakat, mencukupi kebutuhannya sendiri maupun membantu kebutuhan orangtuanya.
Menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab dalam upaya melestarikan lingkungan alam dan budaya
Menanamkan budaya kerja dan etos kerja yang diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan
Menanamkan dan menambah wawasan kerohanian, mental dan agama untuk hidup dalam masyarakat, bangsa dan negara.
Memberikan bekal kemampuan berbakti dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Fungsi Kegiatan Ekstra Kurikuler
Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka.
Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.
Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.
Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.
Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler
Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing.
Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik.
Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.
Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik.
Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.
Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.
Bidang dan Jenis Kegiatan Pembinaan
Pramuka
Palang Merah Remaja ( PMR )
OSIS
Paswiyada
Kegiatan Prestasi Akademis dan Non Akademis
OSN (Matematika, IPA, dan IPS)
Bahasa Inggris(English Club),
Majalah Dinding (Mading)
Olah Raga ( Bola Volly )
Beladiri / Pencak Silat
Kegiatan Kerohanian
Sholat jama’ah Dhuhur
Penyembelihan dan Pembagian Daging Qurban
Pesantren Ramadhan
Halal Bi Halal
Pelaksanaan Istighosah
Qiro/BTA
Hadroh
PHBI
Kegiatan Pendahuluan Bela Negara
Upacara Bendera dan PHBN
Latihan Paskibra
LDK
Diklat
Kegiatan Berbangsa Bernegara dan Budi Pekerti Luhur
Bakti Sosial, Peduli Bencana Alam
Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS)
Pelaksanaan Piket
Kunjungan Sosial
Kegiatan Kreatifitas Seni dan Kewiraswastaan
Ekstrakurikuler Seni (Paduan Suara, menyanyi, Qosidah, Theater,Tari )
Pelayanan Koperasi Siswa
Wisata Edukatif
Gelar Seni
Peranan dan Tugas Guru/Kepala Sekolah
Dalam kegiatan ekstrakurikuler tugas guru antara lain memberikan rangsangan dan motivasi serta arahan-arahan/pembinaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, penilaian dan upaya pengembangan. Selama kegiatan ekstrakurikuler berlangsung, peranan guru/kepala sekolah adalah sebagai berikut :
a. Sebagai Motivator
Memberikan rangsangan dan dorongan bagi siswa agar dapat mau melakukan sesuatu secara perorangan, berpasangan, kelompok maupun menurut rombongan belajar (klasikal)
b. Sebagai fasilitator/tutor
Berperan memberikan materi dan membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler
c. Sebagai Dinamisator/akselelator
Mendorong aktifitas siswa agar dapat melakukan kegiatan yang lebih banyak dan lebih bervariasi dari segi kualitas dan kreatifitas siswa.
d. Sebagai konselor
Memberikan bimbingan dan menjadi nara sumber, tempat berkonsultasi untuk kegiatan dari tahap persiapan, pelaksanaan, penilaian, tidak lanjut dan pengembangannya.
9. Penyusunan Program Bimbingan Kegiatan Ekstrakurikuler
Untuk menunjang kelancaran, efisiensi dan efektifitas bimbingan kegiatan ekstrakurikuler perlu disusun program kegiatan bimbingan siswa. Komponen yang perlu dimasukan dalam program ini meliputi kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan, pelaksanaan, penilaian dan tindak lanjut kegiatan ekstrakurikuler
Demikian Program Kerja Urusan OSIS yang merupakan upaya program Pengembangan Potensi Diri Siswa di SMP Negeri 1 Dukuhwaru Tahun Pelajaran 2018 / 2019 dengan harapan dapat terlaksana sesuai dengan tujuan dan target yang diharapkan.
Program Kerja ini tidak mungkin bisa terlaksana tanpa adanya dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu upaya pemahaman terhadap program kerja ini dapat diupayakan secara maksimal demi terwujudnya Visi dan Misi di SMP Negeri 1 Dukuhwaru
Pendidikan merupakan tempat dimana
seorang siswa di gembleng untuk menjadi orang yang baik, jika kita bicara
tentang dunia pendidikan, maka kita akan teringat yang namanya sekolah, mata
pelajaran, guru, siswa, halaman sekolah dan fasilitas yang lainnya di sekolah,
namun disini saya akan bercerita tentang seorang guru yang saya banggakan atau
istilah lainnya saya favoritkan
Di SMP Negeri 1 Dukuhwaru atau
masyarakat sekitar sering menyebutnya dengan kata “Essadu” ini saya mengenal dan paham sosok seorang
guru, beliau mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. saya sangat menghargai
dan mengaguminya karena saya juga gemar dengan mata pelajaran tersebut. Beliau
adalah bapak Usman, teman – teman sering memanggilnya Pak Usman, Beliau, begitu
asyik ketika mengajarkan materi bahasa Indonesia kepada siswanya. Dengan penuh
kedisiplinan dan ketegasan benar-benar mencerminkan bahwa beliau adalah seorang
guru yang tidak hanya bisa mengajar tetapi juga mampu menjadi pengayom oleh
siswa-siswa nya. Beliau adalah seorang pekerja keras dan ulet sehingga saya
merasa harus banyak belajar dari kepribadiannya untuk membuat diri saya menjadi
orang yang berhasil, karena orang yang berhasil diperlukan kerja keras dan mau
mencari tantangan bukan menunggu tantangan.
Kesabaran dan ketekunan beliau
dalam mendidik membuat saya semakin termotivasi untuk terus menggali bakat yang
terpendam dalam diri saya.
Selain sabar dan tekun beliau juga kalau mengajar
menyenangkan sehingga membuat suasana ruang kelas menjadi terasa hidup dengan
suasana pembalajaran yang mengasikkan. Untuk lebih mengenal guru favoritku
dibawah ini kami tulis profile tentang beliau.
Nama : USMAN HAR
Tempat, tgl
lahir : Bima Nusa Tenggara
Barat, 20 April 1963
NIP :
196304201985031010
Tempat
tugas sekarang : SMP NEGERI 1
DUKUHWARU
Jabatan : Guru SMP
NEGERI 1 DUKUHWARU
Pendidikan : SD DADIBAU Kec.
Woha Kab. Bima Nusa Tenggara Barat, lulus tahun 1975
SMP NEGERI TENTE Kec. Woha Kab. Bima Nusa
Tenggara Barat, lulus tahun 1979
SMA NEGERI BIMA Kec. Woha Kab. Bima Nusa
Tenggara Barat, lulus tahun 1982
Lanjut kuliah di kota Yogyakarta jurusan bahasa
sastra Indonesia lulus 1984 lulus
Lulus perguruan tinggi S1 UBS Tegal tahun 2008
Profil pekerjaan
: Tahun 1985 sampai sekarang menjadi guru mengajar sastra Indonesia
Prestasi : Standar,
tidak ada yang menonjol. Sebagai wakil kepsek dan kurikulum